Uji B50 di Alat Berat Tambang Lewati 900 Jam, Konsumsi BBM Naik Sekitar 3,12% dari B40
Kementerian ESDM menyebut uji B50 pada alat berat tambang melampaui 900 jam tanpa gangguan mesin. Perbandingan dua unit Komatsu HD785 mencatat konsumsi B50 sekitar 3,12% lebih tinggi.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — Uji coba biodiesel B50 pada alat berat pertambangan telah melampaui 900 jam operasi hingga akhir Maret 2026 tanpa gangguan mesin yang dikaitkan dengan mutu bahan bakar, menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Catatan utamanya ada pada konsumsi: dalam perbandingan langsung dua unit Komatsu HD785, unit yang memakai B50 tercatat menghabiskan bahan bakar sekitar 3,12% lebih banyak dibanding unit B40.
Hasil sementara itu disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi di Jakarta pada Jumat (3/4/2026) dan dirilis Kementerian ESDM pada 7 April 2026. Menurut Eniya, sejauh ini mesin menunjukkan performa yang stabil tanpa gangguan berarti. Ia menyebut temuan tersebut sebagai indikasi positif bahwa biodiesel dapat diandalkan untuk menopang operasi sektor industri.
Apa yang diuji di tambang
B50 adalah campuran 50% biodiesel murni (B100) berbasis minyak nabati seperti sawit dengan 50% solar fosil (B0). Pengujian di sektor pertambangan, sebagaimana dijelaskan dalam rilis ESDM, mencakup empat aspek:
- kualitas bahan bakar;
- performa mesin;
- ketahanan operasional (uji ketahanan dinamis);
- stabilitas bahan bakar selama penyimpanan.
Hingga akhir Maret 2026, uji ketahanan dinamis sudah melewati 900 jam operasi. Kementerian ESDM menyatakan bahan bakar B50 yang dipakai memenuhi parameter teknis yang telah disepakati, khususnya kadar air, stabilitas oksidasi, dan kandungan FAME (fatty acid methyl ester). Pengujian di sektor ini merupakan bagian dari uji B50 lintas sektor yang juga mencakup transportasi, pembangkit listrik, perkeretaapian, dan alat mesin pertanian, yang hasilnya akan menjadi dasar kebijakan serta standar teknis B50.
Perbandingan dua unit Komatsu HD785
Data lapangan paling rinci datang dari kontraktor tambang PT Harmoni Panca Utama (HPU). General Manager Plant HPU Rochman Alamsjah menjelaskan bahwa perusahaannya membandingkan dua unit alat berat Komatsu HD785: satu diisi B40, satu lagi B50. Menurut Rochman, seperti dikutip IDX Channel dan Fortune Indonesia, kedua unit sudah berjalan mendekati 1.000 jam pada hour meter dan performa mesin tidak menjadi masalah.
Catatan yang muncul adalah konsumsi bahan bakar. HPU melaporkan konsumsi unit B50 berfluktuasi sekitar 1–3% lebih tinggi daripada unit B40, sementara angka keseluruhan yang dicantumkan dalam rilis ESDM adalah sekitar 3,12%. Kementerian ESDM menilai selisih ini masih dalam batas wajar dan tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas alat. Laporan media yang ada tidak menjelaskan mengapa angka 1–3% dan 3,12% berbeda; kemungkinan yang satu menggambarkan fluktuasi harian, yang lain rata-rata kumulatif, tetapi hal ini tidak dikonfirmasi sumber.
| Parameter | Hasil sementara (s.d. akhir Maret 2026) |
|---|---|
| Uji ketahanan dinamis | Lebih dari 900 jam operasi |
| Perbandingan lapangan HPU | 2 unit Komatsu HD785 (B40 vs B50), mendekati 1.000 jam |
| Performa mesin | Stabil, tanpa gangguan signifikan |
| Konsumsi B50 vs B40 | Naik 1–3% (HPU); sekitar 3,12% (rilis ESDM) |
| Mutu bahan bakar | Kadar air, stabilitas oksidasi, dan FAME sesuai spesifikasi yang disepakati |
Mengapa sektor tambang penting bagi B50
Berbeda dengan kendaraan jalan raya yang diuji berdasarkan jarak tempuh, ketahanan alat berat tambang diukur dengan jam operasi. Kenaikan konsumsi beberapa persen, bila terjadi pada armada besar, berarti tambahan volume bahan bakar yang harus dianggarkan pelaku usaha. Karena itu, angka konsumsi dari uji lapangan seperti ini menjadi rujukan penting bagi operator tambang menjelang penerapan B50.
B50 sendiri merupakan kelanjutan dari mandatori B40 yang berlaku secara nasional sejak awal 2025. Pemerintah menyebut manfaat program ini antara lain penurunan emisi gas rumah kaca, berkurangnya impor solar, dan meningkatnya penyerapan minyak sawit di dalam negeri. Kementerian ESDM menyatakan pengujian di sektor-sektor lain masih berlanjut sebelum keputusan teknis akhir diambil.
Sumber & Referensi
- Kementerian ESDM, "Uji B50 di Sektor Pertambangan Tunjukkan Hasil Positif, Perkuat Ketahanan Energi Nasional" (7 April 2026) — https://esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/uji-b50-di-sektor-pertambangan-tunjukkan-hasil-positif-perkuat-ketahanan-energi-nasional
- IDX Channel, "ESDM Uji B50 di Sektor Pertambangan, Begini Hasilnya" (7 April 2026) — https://www.idxchannel.com/economics/esdm-uji-b50-di-sektor-pertambangan-begini-hasilnya
- Fortune Indonesia, "Pemerintah Uji Coba B50 di Alat Berat Tambang, Tunjukkan Hasil Positif" (7 April 2026) — https://www.fortuneidn.com/news/pemerintah-uji-coba-b50-di-alat-berat-tambang-tunjukkan-hasil-positif-00-5mjpg-m6zfdv