Rabu, 4 November 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Kebijakan

Presiden Tanya Kesiapan E20, Bahlil Siapkan Renstra; B50 Tetap Berjalan

Pemerintah menyiapkan rencana pengembangan bioetanol E20 hingga E50 bersama Kementerian Pertanian, sementara B50 tetap berjalan. Jadwal E20 belum diumumkan.

Ilustrasi laboratorium pengujian bahan bakar nabati untuk pembahasan rencana E20
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menanyakan kesiapan penerapan bensin campuran bioetanol E20 dalam rapat di Istana pada Selasa, 3 November 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah menyiapkan rencana strategis pengembangan etanol dari E20 hingga E50 bersama Kementerian Pertanian. Ia juga menyatakan program biodiesel B50 tetap dipertahankan. Pernyataan itu belum disertai tanggal dimulainya E20 atau kapasitas produksi etanol yang akan dipakai.

Rencana etanol berawal dari kesiapan bahan baku

Dalam keterangan yang dipublikasikan Kementerian ESDM pada hari yang sama, Bahlil menjelaskan bahwa pembahasan dengan Presiden mencakup kesiapan E20. E20 berarti campuran etanol sebesar 20 persen dalam bensin; E50 mengacu pada kadar etanol 50 persen. Penyebutan kedua kadar itu dalam rencana strategis tidak berarti keduanya sudah tersedia di pompa bensin atau memiliki tanggal penerapan yang sama.

Menurut Bahlil, kerja sama ESDM dan Kementerian Pertanian diperlukan karena sisi hulu harus menyediakan bahan baku. ANTARA juga melaporkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan implementasi campuran etanol hingga E50, dengan kolaborasi dua kementerian tersebut sebagai syarat pengembangan. Rincian volume bahan baku, pabrik pengolah, lokasi distribusi, dan jadwal penerapan tidak dijabarkan dalam keterangan ESDM maupun laporan ANTARA tentang rapat tersebut.

Karena itu, rencana E20 sebaiknya dibaca sebagai agenda kesiapan, bukan bukti kewajiban campuran baru sudah berlaku. Memastikan pasokan dari pertanian dan proses pengolahan adalah pekerjaan berbeda dari mengumumkan kadar campuran. Pengumuman mengenai rencana strategis pun belum sama dengan penerbitan ketentuan teknis untuk penjualan bensin campuran etanol.

B50 dipertahankan, bukan digantikan E20

Bahlil mengatakan kepada wartawan setelah rapat bahwa kebijakan biodiesel B50 tetap dipertahankan di tengah ketidakpastian geopolitik. Keterangan ESDM juga menyebut keberlanjutan mandatori B50 sebagai bagian dari strategi penggunaan energi domestik dan pengurangan ketergantungan pada impor bahan bakar fosil. B50 dan E20 menangani jenis bahan bakar berbeda: yang pertama adalah campuran biodiesel pada solar, sedangkan yang kedua adalah campuran etanol pada bensin.

Perbedaan tersebut penting bagi pembaca yang mengikuti transisi bahan bakar. Kebijakan untuk solar tidak otomatis menyediakan bahan baku, sarana produksi, atau saluran distribusi bagi etanol untuk bensin. Pemerintah menyatakan perlu melibatkan kementerian pertanian dalam menyiapkan sisi hulu program etanol; sejauh keterangan yang diumumkan pada 3 November, tidak ada laporan bahwa target E20 telah selesai diuji atau mulai diwajibkan.

Untuk mengikuti kebijakan yang telah dijalankan dan data resminya, pembaca dapat melihat linimasa mandatori biodiesel. Daftar itu membedakan keputusan yang telah berlaku dari rencana pengembangan campuran berikutnya.

Target penyimpanan minyak masih tahap persiapan

Di luar biofuel, rapat yang sama membahas pembangunan tempat penyimpanan minyak mentah di sejumlah wilayah Sumatra. Bahlil menyampaikan target agar kapasitas penyimpanan dapat mendukung stok hingga 60 hari. ESDM mengatakan studi kelayakan telah selesai dan pemerintah berencana meninjau lokasi mulai akhir 2026, dengan mempertimbangkan keselamatan serta risiko bencana.

ANTARA mengutip Bahlil yang membedakan kebutuhan tempat bagi minyak mentah impor di atas 20 hari dari sasaran kapasitas hingga 60 hari. Angka 60 hari adalah target pembangunan fasilitas, bukan pernyataan bahwa cadangan minyak nasional saat ini telah mencapai tingkat tersebut. Dengan demikian, tiga jalur yang dibicarakan pada rapat ini—penyimpanan minyak, pengembangan etanol, dan keberlanjutan B50—berada pada tahap pelaksanaan yang berbeda.

Pemeriksaan berikutnya bagi agenda etanol ialah publikasi rincian rencana, kesiapan pasokan bahan baku, dan aturan pelaksanaan. Sampai rincian itu tersedia, klaim bahwa E20 atau E50 sudah diwajibkan secara nasional melampaui informasi yang diumumkan setelah rapat 3 November.

Sumber & Referensi