Jumat, 9 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Kebijakan

Pertamina Patra Niaga Mulai Salurkan B50 dari 29 Terminal, Volume Awal 37,9 Juta Liter

Penyaluran B50 dimulai 1 Juli 2026 dari 29 dari 126 terminal Pertamina Patra Niaga dengan volume awal sekitar 37,9 juta liter; stok B40 boleh disalurkan hingga 30 September 2026.

Terminal bahan bakar dengan tangki penyimpanan besar dan area pengisian truk tangki
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga mulai menyalurkan biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026 dari 29 dari total 126 terminal bahan bakar minyak (TBBM) miliknya, dengan volume awal sekitar 37,9 juta liter. Perusahaan menyatakan menyiapkan hingga 87,27 juta liter B50 per hari untuk kebutuhan nasional, sementara jumlah terminal yang menyalurkan B50 akan bertambah bertahap selama masa transisi hingga 30 September 2026.

29 terminal di tahap awal, 126 terminal disiapkan

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, seperti dilaporkan Antara pada Rabu, 1 Juli 2026, menyebut 29 terminal telah siap menyalurkan B50 pada tahap awal dan perusahaan terus memantau distribusi agar B50 sampai ke lembaga penyalur dan konsumen. Kepada detikcom, Kitty mengatakan volume awal sebesar 37,92 juta liter disalurkan ke hampir sebagian besar wilayah Indonesia, dan jumlah 29 terminal itu akan terus bertambah selama masa transisi.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun kepada Katadata menyebut 126 terminal BBM perusahaan sudah siap mendistribusikan B50 mulai 1 Juli 2026, dengan volume awal 37,91 juta liter. Selisih kecil volume (37,91 dan 37,92 juta liter) muncul dari dua pernyataan berbeda. Adapun angka 126 terminal merujuk pada kesiapan fasilitas, sedangkan 29 terminal adalah titik yang sudah menyalurkan B50 pada hari pertama.

Menurut Katadata, B50 disalurkan dalam bentuk Biosolar dan Dexlite ke SPBU Pertamina maupun SPBU mitra secara bertahap sesuai arahan Kementerian ESDM. detikcom mencatat Pertamina telah menyiapkan infrastruktur dari TBBM hingga SPBU dan agen premium dan minyak solar (APMS).

Masa transisi tiga bulan untuk habiskan stok B40

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, pada 25 Juni 2026, menjelaskan masa transisi ditetapkan tiga bulan untuk menghabiskan stok B40, dan mulai 1 Oktober seluruh titik penyaluran ditargetkan sudah penuh B50. Badan usaha yang masih memegang stok B40 boleh menyalurkannya hingga 30 September 2026 sepanjang memenuhi standar mutu dan spesifikasi teknis, menurut Antara. Pertamina menargetkan stok B40 miliknya habis dalam dua bulan.

Eniya juga menyebut badan usaha yang tidak patuh setelah masa transisi akan diberi peringatan, lalu sanksi administratif, seperti dikutip Katadata. Ketentuan teknis mandatori dapat dilihat di halaman regulasi biodiesel.

Menurut detikcom, sekitar 30 badan usaha terlibat dalam pencampuran, dengan Pertamina dan AKR memegang porsi terbesar, sekitar 70% dari volume. Juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, seperti dikutip Antara, menyatakan uji kompatibilitas telah dilakukan pada berbagai segmen transportasi dan jenis mesin, termasuk alat berat, lokomotif, kapal, serta peralatan khusus pertambangan dan pertanian.

Penerimaan FAME masih jadi titik kritis

Kesiapan terminal bergantung pada kemampuan menerima dan menyimpan FAME. Dalam seminar B50 pada 30 April 2026, VP Business Development & Subsidiary Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan menyebut baru sekitar 35 terminal utama yang dapat menerima FAME langsung dari produsen biodiesel, seperti dilaporkan Investortrust. Terminal di wilayah terpencil masih terkendala akses sehingga biodiesel dikirim dalam kondisi sudah tercampur, dan sejumlah lokasi memerlukan tangki yang lebih besar karena porsi FAME meningkat.

IndikatorAngka
Terminal Pertamina Patra Niaga126
Terminal yang menyalurkan B50 sejak 1 Juli29
Volume awal 1 Juli37,91–37,92 juta liter
Kesiapan pasokan harian87,27 juta liter
Akhir masa transisi B4030 September 2026

Katadata mencatat pemerintah menjalankan B50 sejak 1 Juli 2026 sambil menunggu peluncuran resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sumber & Referensi